You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
60 HPR Warga Kelurahan Karang Anyar Divaksinasi
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

60 HPR Peliharaan Warga Karang Anyar Divaksinasi

Sebanyak 60 hewan penular rabies (HPR) peliharaan warga RW 05,  Kelurahan Karang Anyar, Sawah Besar, Senin (30/9), disuntik vaksin rabies oleh petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat.

"HPR yang divaksin terdiri dari 48 ekor kucing dan 12 anjing,"

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, Herawati mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempertahankan DKI Jakarta tetap bebas rabies sejak 2004.

Dijelaskan Hera, kegiatan vaksinasi dilaksanakan dengan jemput bola di Pos RW 05 Kelurahan Karang Anyar, mulai pagi hingga siang tadi. Pihaknya tidak mengenakan biaya atau gratis bagi warga yang memvaksinasi HPR mereka.

20 Ekor HPR Divaksinasi Rabies di Kalideres

"HPR yang divaksin terdiri dari 48 ekor kucing dan 12 anjing," jelasnya.

Ketua RW 05 Kelurahan Karang Anyar, Siswanto, mengapresiasi kegaitan vaksinasi HPR yang digelar pihak Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat. Ia berharap, kegiatan bisa dilaksanakan rutin setiap tiga bulan.

"Kebetulan warga kami yang memiliki hewan peliharaan banyak. Kami berharap ditambah agar memastikan peliharaan warga sehat dan tidak sampai memicu penyakit ke warga," ungkapnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6753 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5665 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2876 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2111 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1878 personAnita Karyati